Selasa, 26 Juli 2016

Setting Router sebagai DHCP Server di Pakcet Tracer

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pada postingan saya sebelumnya saya sudah membahas tentang Membuat DHCP Server di Packet Tracer, dan sekarang saya akan sedikit membahas tentang Setting Router sebagai DHCP Server di Packet Tracer.
1. Pengertian

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protocol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat ip dalam suatu jaringan

Baca Selengkapnya disini

2. Tujuan

Tujuan kegiatan kali ini adalah untuk memudahkan administrator dalam melakukan pengelolaan ip address ke client yang dilakukan secara otomatis dnegan DHCP

3. Alat dan Bahan
  • PC dengan keadaan baik
  • Cisco Packet Tracer
4. Langkah Kerja
 Buka CIsco nya




5. Kesimpulan

Kesimpulannya adalah konfigurasi dengan menggunakan dhcp ini kegiatanadministrator dalam melakukan pengelolaan ip address ke client menjadi lebih mudah karena sudah ip sudah diatur secara otomatis.

6. Referensi
https://en.wikipedia.org/wiki/Dynamic_Host_Configuration_Protocol
http://fahmidwi42.blogspot.co.id/2016/07/setting-router-cisco-sebagai-dhcp.html

Sekoan Semoga bermanfaat. Terimakasih

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Share:

Senin, 25 Juli 2016

Konfigurasi Routing Static Di Cisco Packet Tracer

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

1. Pengertian

Routing Static adalah salah satu jenis routing yang dikelola admin jaringan yang disetting secara manual.

Ciri-ciri routing static
  • Pengisian tabel routing dilakukan secara manual oleh administrator
  • Biasanya hanya dibuat dalam skala kecil
2. Tujuan

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menghubungkan dua jaringan atau lebih yang berbeda subnet dengan keamanan yang lebih.

3. Alat dan Bahan
  • PC dengan keadaan baik
  • Cisco Packet Tracer
4. Langkah Kerja
- Buka cisco packet tracernya

Rancang jaringan seperti ini
 - Konfigurasi IP dari setiap routernya seperti ketentuan pada gambar diatas
Router>enable --> masuk ke router
Router#configure --> konfigurasi router
Router(config)#interface fa 0/0 --> konfigurasi interface fastethernet 0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0 --> memberikan ip dan subnet mask
Router(config-if)#no shutdown --> mengaktifkan router
untuk konfigurasi router lainnya silahkan anda coba sendiri, saya yakin anda bisa melakukannya :-D

Jika sudah terkonfigurasi semuanya lanjut ke langkah selanjutnya

- Konfigurasi routing pada setiap router yang ada
Ikuti langkah-langkah berikut, sintagnya masih sama yang tadi yaa..

Itu konfigurasi router 0. ketentuan mengisikan ip route nya ada dibawah ini

Router 0
Routing(config)#ip route 192.168.20.0 255.255.255.0 192.168.100.2
Routing(config)#ip route 192.168.200.0 255.255.255.0 192.168.100.2
Routing(config)#ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 192.168.200.2

Router 1
Routing(config)#ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 192.168.100.1
Routing(config)#ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 192.168.200.2

Router 2
Routing(config)#ip route 192.168.20.0 255.255.255.0 192.168.200.1
Routing(config)#ip route 192.168.100.0 255.255.255.0 192.168.200.1
Routing(config)#ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 192.168.100.1
- Kemudian kita setting ip pada semua client, ketentuannya seperti gambar awal tdi
Klik 2x pada pc client --> desktop --> ip configuration
PC 0
Ip Address 192.168.10.3
Subnet Mask 255.255.255.0
Gateway 192.168.10.1 --> ip router

PC 1
Ip Address 192.168.20.3
Subnet Mask 255.255.255.0
Gateway 192.168.20.1 --> ip router

PC 2
Ip Address 192.168.30.3
Subnet Mask 255.255.255.0
Gateway 192.168.30.1 --> ip router
- Terakhir kita cek dengan menggunakan surat (PDU)
Keterangan, jika sudah "Successful" maka sudah berhasil, dan apabila masih "failed" itu masih ada yang salah. Jika salah lakukan silahkan lakukan identifikasi kesalahan.

5. Kesimpulan

Routing static sangat sangat berguna untuk menghubungkan dua jaringan yang berbeda subnet sehingga dapat sharing lebih aman. Routing static dikatakan lebih aman dari routing dynamic, karena tabel routing static dilakukan secara manual oleh administrator
6. Referensi

http://mypctutorel.blogspot.co.id/2013/09/pengertian-serta-perbedaan-routing.html
http://fahmidwi42.blogspot.co.id/2016/07/konfigurasi-routing-static-di-cisco.html

Sekian semoga bermanfaat. Terimakasih

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Share:

Sabtu, 23 Juli 2016

Membuat Web Server menggunakan CIsco Packet Tracer

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
1. Pengertian

Web Server dapat merujuk pada hardware ataupun software yang menyediakan layanan akses kepada  pengguna melalui protocol komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web dalam layanan  ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti wer server.

Baca selengkapnya disini

2. Tujuan
3. Alat dan Bahan
  • PC dalam keadaan baik
  • Cisco Packet Tracer
4. Langkah Kerja
Buka Cisco Packet Tracer nya
Ini adalah tampilan awal dari Cisco Packet Tracer
Buat Jaringan seperti dibawah , jika kesulitan membuat nya bisa baca disini
Klik 2x pada Server
Kemdian atur ip address nya
Pilih menu config --> FastEthernet0, atur ip nya
IP Address : 192.168.1.1
Subnet Mask : 255.255.255.0
Kemudian kita atur domain nya
Klik menu Services --> DNS kemudian atur :
DNS Service : on --> untuk mengaktifkan domainnya
Name            : nanda.net
Address         : 192.168.1.1 --> menyesuaikan ip servernya

Kemudian klik add
Masih pada menu services , sekarang kita atur http nya
klik menu http
Edit pada file index.html, kemudian edit sesuai keinginan, atau atur seperti gambar dibawah, Klik save untuk menyimpan
Kemudian atur ip client nya
klik 2x pada pc client --> Desktop --> Ip Configuration
Ip Address 192.168.1.3
Subnet Mask 255.255.255.0
Default Gateway 192.168.1.1 --> ip servernya
 Kemudian kita cek hasilnya melalui pc client
klik 2x pada pc client --> Web Browser --> ketikan domainnya --> Go
Jika sudah muncul seperti gambar di atas , maka web server dan dns nya sudah berhasil.

5. Kesimpulan
6. Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Server_web

Sekian Semoga bermanfaat. Terimakasih

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Share:

Jumat, 22 Juli 2016

Menghubungkan Dua Router dengan Cisco Packet Tracer

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

1. Pengertian
Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data  melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuannya, melalui proses yang dikenal sebagai router.

Baca selengkapnya disini
2. Tujuan

Dapat melakukan penghubungan dua router yang secara static di cisco packet tracer.

3. Alat dan Bahan
  • PC dengan keadaan baik dan normal
  • Cisco Packet Tracer
4. Langkah Kerja










5. Kesimpulan
6. Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Penghala
Ebook tutorial belajar packet tracer.pdf

Sekian semoga bermanfaat. Terimakasih

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Share:

Kamis, 21 Juli 2016

Membuat Jaringan Wireless menggunakan Cisco Packet Tracer

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kemarin saya sudah mempostingkan cara membuat dhcp di cisco packet tracer dan pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang bagaimana membuat jaringan wireless di cisco packet tracer.
Sebelumnya kita melakukan kegiatan tersebut, pertama-tama kita harus mengetahui apa itu wireless?

1. Pengertian

Wireless adalah transfer informasi antara dua atau lebih titik  yang tidak terhubung oleh (penghantar listrik). Jaraknya bisa pendek yang hanya beberapa meter ataupun bisa juga jauh sejauh ribuan bahkan kilometer untuk ruang dalam  komunikasi radio.

Baca selengkapnya disini

2. Tujuan

Tujuan dari pembuatan jaringan wireless ini adalah agar memudahkan administrator dalam membuat jaringan dan lebih minim dalam biaya kabel.

3. Alat dan Bahan
  •  PC dengan keadaan normal
  • Cisco Packet Tracer
4. Langkah Kerja
  • Buka packet Tracernya
Maka akan muncul tampilan awal. Seperti gambar berikut
 
  • Buat kerangka karingan seperti dibawah ini
  • klik 2x pada icon pc untuk mengganti port nya menjadi wireless (yang berada pada bagian phisical)
1. Matikan dahulu PC nya
2. Buang ethernya
3. Ganti dengan WMP300N
4. Nyalakan kembali PC nya

Lakukan untuk pc yang lainnya, caranya sama dengan yang di atas.
  • Maka tampilannya akan menjadi seperti ini.
Ini masih terkonfigurasi secara otomatis, untuk mengeceknya apakan sudah terhubung atau belum kita harus melakukan konfigurasi ip address.
  • Untuk konfigurasinya
klik 2x pada icon pc nya, pilih ke desktop
kemudian pilih static (untuk mengatur secara manual), isikan seperti di gambar
Untuk pc yang lain konfigurasinya sama seperti konfigurasi sebelumnya.
  • Kemudain kita cek dengan perintah "ping ipnya"
Maka akan bertuliskan
Reply from 192.168.100.2 bytes=32 . . . . . . .
Reply from 192.168.100.2 bytes=32 . . . . . . .
Reply from 192.168.100.2 bytes=32 . . . . . . .
. . . . . .
. . . . .

5. Kesimpulan

6. Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Nirkabel
Ebook tutorial belajar packet tracer.pdf

Sekian Semoga bermanfaat. Terimakasih

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Share:

Rabu, 20 Juli 2016

Membuat Jaringan DHCP Server menggunakan Cisco Packet Tracer

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kemarin saya sudah posting bagaimana cara Merancang Topologi , dan pasa kesempatan kali ini saya akan memposting tentang membuat jaringan dengan dhcp.
Sebelum kita lanjut untuk membuat jaringan itu. Kita harus mengetahui dahulu apa itu DHCP ?

1. Pengertian
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah Protocol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasi  alamat ip dalam suatu jaringan.

Baca selengkapnya disini

2. Tujuan
Tujuan dari kegiatan kali ini adalah untuk memudahkan administrator untuk melakukan konfigurasi ip address untuk client yang diatur secara otomatis dengan DHCP

3. Alat dan Bahan
  • PC dengan keadaan baik
  • Cisco Packet Tracer
4. Langkah Kerja
  • Buka Packet Tracer nya dahulu

 Ini adalah tampilan awal dari Packet Tracer
Kemudian buat topologi jaringa seperti ini

Kemudian klik 2x pada PC Server nya
Kita atur IP DHCP nya seperti ini
  1. Klik tab pada Services
  2. Klik tombol DHCP
  3. Atur Gateway nya seperti gambar diatas 192.168.0.6
  4. Atur Start IP Address nya 192.168.0.2 jangan lupa subnetmask nya 255.255.255.248, kenapa kita tidak menggunakan ip 192.168.0.1, karena ip itu sudah digunkan untuk pc server nya
  5. Atur maximum user nya kita isi sesuai kebutuhan , isikan 5 saja
  6. Klik tombol Save untuk menyimpan
Selanjutnya masih pada jendela PC Server, kita memberi ip manual pada PC Server,
Klik pada Desktop > IP Configuration > isikan seperti gambar dibawah
Berikutnya kita atur IP Address di PC Client untuk secara otomatis dengan DHCP
klik 2x pada PC0 > Desktop > IP Configuratio
Ini tampilan sebelum di DHCP, kemudian tekan DHCP nya
 Maka akan muncul tulisan "Requesting IP Address", Itu masih meminta IP Address, maka tunggu sampai IP nya muncul seperti gambar dibawah ini
Kemudian lakukan DHCP pada PC Client yang lain sama seperti konfigurasi di atas

Sekarang kita cek dengan mengirimkan pesan
Klik icon pesan pada bagian kanan (Simple PDU) > tempelkan pada pc yang akan melakukan pengiriman file
Lihat pada bagian kanan bawah (yang saya coret dengan tinta hijau) itu tertulis "Succesful" maka proses pengiriman file berhasil

5. Kesimpulan
Kesimpulan nya adalah dengan dhcp kegiatan administrator dalam melakukan konfigurasi ip ke client menjadi lebih mudah dan cepat

6. Referensi
Ebook Tutorial Belajar Packet Tracer 

Sekian semoga bermanfaat. Terimakasih

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Share:

Merancang Topologi yang Menghubungkan Jaringan antar Ruangan

Assalamu'alaikum Wb. Wb.

Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit membahas tentang bagaimana cara merancang topologi yang menghubungkan jaringan antar ruangan.

sebelum kita memulai merancang kita ketahui dahulu apa itu topologi

1. Pengertian

Topologi adalah struktur jaringan fisik  yang digunakan  untuk mengimplementasikan LAN.
Topologi juga sering diartikan sebagai cara menghubungkan dua komputer atau lebih yang membentuk sebuah jaringan dan dapat saling tukar informasi (sharing).

Macam-macam topologi yang sering digunakan
  • Topologi BUS
  • Topologi STAR
  • Topologi Ring
  • Topologi MESH
  • dan lain sebagainya
dari beberapa macam topologi diatas, saya akan membuat topologi star.
Kenapa saya memilih topologi star, karena memiliki kelebihan antara lain :
  • Mudah cara memasang dan mudah dalam pengkabelan
  • Tidak akan terjadi collisions (tabrakan data), karena setiap client mempunyai jalur lalulints data sendiri-sendiri
  • Tidak akan mengganggu aktivitas jaringan apabila salah satu client ada yang trouble.
  • Mudah mendeteksi kerusakan dan memindah perangkat yang lain.
2. Latar Belakang

Topologi adalah hal yang sangat mendasar dalam setiap pembuatan sebuah jaringan. Jadi topologi inilah yang membawa kemana arah sebuah jaringan tersebut, apakah difungsikan sebagai penghubung atau yang lainnya.

3. Tujuan

Tujuan pembuatan topologi adalah untuk pegangan atau rencana dalam pembuatan jaringan untuk kedepannya, supaya terstruktur dengan baik dan tidak terkesan asal-asalan.

4. Alat dan Bahan
  • PC dalam keadaan baik (normal)
  • Cisco Packet Tracer
5. Langkah Kerja
  • Buka Cisco Packet Tracer yang sudah terinstall
maka tampilan awal pada Cisco Packet Tracer adalah seperti gambar dibawah ini
  • Pilih komputer yang akan digunakan sebagai client. Caranya tekan menu di pojok kiri bawah yaitu "End Device" kemudian pilih "Generic" (berada disamping kanan end device) ,dan letakkan ke tempat yang sudah disediakan dan tata sesuai keinginan.
  • Masukkan switch, menu "switch" ada diatas menu "end device" lalu pilih 2950-24 karena memiliki interface yang cukup banyak. Letakkan ditempat yang anda inginkan.
  • Kemudian sambungkan dengan menggunakan kabel pada menu yang bergambarkan petir (Connection), pilih yang straigh
  • Pasang servernya, terdapat pada menu client (End Device), Pilih server yang berada pada samping PC Generic. Kemudian sambungkan dengan menggunakan kabel straight.
 
Pembuatan jaringan local sudah selesai, dan sekarang tinggal memberi routernya sebagai penghubung antara kedua jaringan tersebut.
  • Pasang router untuk menggabungkan kedua jaringan tersebut pada menu router yang terletak tepat di atas "end device". Pilih router dengan jenis 2621XM karena router tersebut adalah router generasi terbaru dan mempunyai peocessor yang cukup bagus.
  • Sambungkan dengan kabel straight, dan kenapa pada node di router berwarna merah ?? karena interfaces di routernya belum diaktifkan. Jika diaktifkan maka akan berubah menjadi warna hijau, dan itu artinya sudah terhubung.
 6. Kesimpulan

Topologi sangatlah perlu dalam pembuatan sebuah jaringan, karena topologi digunakan sebagai acuan dalam pembuatan jaringan tersebut.

7. Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_jaringan
http://fahmidwi42.blogspot.co.id/2016/07/membuat-topologi-yang-menghubungkan.html

itu tadi sedikit pembahasan dari saya, semoga bermanfaat. Terimakasih

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Share: